ABSTRACT 

Pemanfaatan teknologi elektrolisis dan gas hidrogen untuk membantu proses pembakaran pada motor bakar sebenarnya sudah digunakan lebih dari 100 tahun yang lalu, terutama di industri pengelasan, perusahaan truk dan kapal laut. Industri-industri tersebut menggunakan teknologi hybrid hydrogen yaitu teknologi yang memadukan penggunaan Bahan Bakar Minyak dan hidrogen untuk menjalankan mesin-mesin mereka. Meningkatnya kebutuhan  Bahan Bakar Minyak yang dalam 50 tahun terakhir marak digunakan pada Motor Bakar Bergerak maupun Motor Bakar Stasioner menyebabkan naiknya harga Bahan Bakar Minyak. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ini tentu saja mempengaruhi sistem perekonomian secara keseluruhan. Hal inilah yang kemudian memicu para ahli untuk menemukan cara-cara untuk menghemat pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Motor Bakar maupun mengembangkan alternative sumber-sumber energi baru.

Generator HHO selama 10 tahun terakhir ini sudah menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan untuk menghemat pemakaian BBM pada Motor Bakar Stasioner maupun Motor Bakar Bergerak (Baik yang berbahan bakar bensin ataupun diesel). Generator HHO umumnya menggunakan proses elektrolisis untuk memecah senyawa air menjadi gas hidrogen dan gas oksigen yang kemudian digunakan untuk meningkatkan kinerja motor bakar. Gas Hidrogen dan gas oksigen yang dihasilkan oleh Generator HHO selanjutnya digunakan sebagai bahan bakar tambahan yang disuntikkan ke ruang bakar melalui saluran udara masuk (Intake Manifold). Penambahan gas hidrogen akan menyempurnakan proses pembakaran yang terjadi di ruang bakar, sehingga akan menghemat pemakaian BBM yang digunakan oleh Motor Bakar. Secara teoritis penambahan gas hidrogen di ruang bakar menyebabkan bilangan oktan BBM yang digunakan meningkat, dan peningkatan bilangan oktan dari BBM yang digunakan otomatis akan menyempurnakan proses pembakaran di ruang bakar.

Proses elektrolisa pada dasarnya dilakukan dengan mengalirkan arus listrik ke air melalui dua buah elektroda (Katoda dan Anoda) yang terendam di dalam air. Aliran arus yang melalui Anoda dan Katoda dalam air menyebabkan terjadinya proses Reduksi-Oksidasi (Redoks) yang memecah molekul air menjadi gas Hidrogen dan gas Oksigen. Penggunaan air pada generator HHO sebagai sumber hidrogen karena selain mudah didapatkan, air adalah senyawa yang memiliki kandungan hidrogen terbesar di bumi ini. Menurut hasil penelitian Josef Hasslberg (http://www.hasslberger.com) diketahui bahwa dengan menggunakan proses elektrolisis dalam 1 liter air akan dihasilkan 1376 liter hidrogen. Hidrogen adalah salah satu unsur yang mudah terbakar dan memiliki daya dorong atau daya ledakan yang kuat jika dibakar, yaitu sekitar 12.000 km/detik. Pemilihan air sebagai sumber hidrogen merupakan alternatif yang tepat dan menguntungkan karena air relative mudah diperoleh dan harganya murah.

 

PROJECT PURPOSE 

Kebutuhan akan sebuah produk atau alat yang mampu menghemat pemakaian BBM tanpa mengurangi performa standardnya, aman dan dengan harga terjangkau pada Motor Bakar Bergerak maupun Motor Bakar Stasioner saat ini sangatlah diperlukan. Penghematan pemakaian BBM tentu saja akan mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan oleh para pengguna Motor Bakar Bergerak dan Motor Bakar Stasioner. Dan hal ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat secara kolektif, karena hampir seluruh aspek kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat saat ini baik secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan penggunaan Motor Bakar yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Penghematan pemakaian Bahan Bakar Minyak secara langsung akan mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan pengguna Motor Bakar. Dengan kata lain jika tersedia sebuah produk atau alat yang mampu menghemat pemakaian Bahan Bakar Minyak pada Motor Bakar, maka peluang bagi produk atau alat tersebut untuk dapat diterima dan diminati masyarakat terbuka lebar. Berdasarkan hal tersebut kemudian direncanakan untuk mengembangkan Generator HHO Hydrintanna V2.0 yang dirancang untuk mampu melakukan penghematan pemakaian BBM pada Motor Bakar Bergerak maupun Motor Bakar Stasioner tanpa mengurangi performa standardnya, dengan tingkat keamanan penggunaannya yang tinggi, pemeliharaan yang mudah, life time di atas 5 tahun, harga terjangkau dan proses produksi dengan tingkat kesulitan rendah.

 

GENERATOR HHO HYDRINTANNA V2.0 

Secara teknis Generator HHO Hydrintanna V2.0 menggunakan dua buah Stainless Steel 304 berbentuk silinder dengan diameter 19 mm dan diameter 13 mm sebagai Anoda dan Katoda yang digunakan dalam proses elektrolisa air untuk menghasilkan gas HHO (dalam literatur ilmiah disebut juga sebagai Brown Gas. Silinder ditempatkan dalam satu poros untuk membantu mempercepat proses elektrolisis. Proses elektrolisa dilakukan tanpa menggunakan katalis untuk menghindari terbentuknya residu atau sisa pembakaran di ruang bakar. Sumber arus yang digunakan untuk proses elektrolisis berasal dari battery dengan tegangan 12 VDC yang sudah tersedia dan menjadi bagian dari sistem Motor Bakar. Generator HHO Hydrintanna V2.0 menggunakan Step Up Down Constant Current untuk mengontrol arus yang digunakan dalam proses elektrolis di reaktor HHO. Pengaturan arus secara konstan melalui kedua buah elektroda bertujuan untuk mengendalikan panas berlebih yang timbul akibat meningkatnya tegangan pada Battery yang seringkali terjadi saat Motor Bakar beroperasi dan meningkatnya suhu air karena proses elektrolisa.

Pengaturan arus dan tegangan secara konstan pada elektroda menjaga agar kapasitas produksi gas HHO (Brown Gas) yang dihasilkan reaktor relatif konstan dan tidak terpengaruh oleh tinggi-rendahnya putaran mesin (RPM) dari Motor Bakar.  Dengan kata lain kapasitas gas HHO atau Brown Gas yang disuntikkan ke ruang bakar akan relatif konstan volumenya baik pada putaran mesin rendah maupun pada saat putaran mesin tinggi. Pada Motor Bakar Bergerak seperti mobil dan sepeda motor di daerah perkotaan yang memiliki tingkat kemacetan tinggi, hal ini akan menjadi sebuah keuntungan dikarenakan pada saat putaran mesin rendah kebutuhan tenaga penggerak Motor Bakar mayoritas akan berasal dari Bahan Bakar Tambahan yang dihasilkan Generator HHO.

Volume air yang digunakan pada Generator HHO Hydrintanna V2.0 untuk Motor Bakar Bergerak 250 cc ke bawah adalah 140 mL. Dari hasil uji coba setelah jarak tempuh 1000 km warna air dalam reaktor berubah menjadi kekuningan sebagai reaksi dari proses elektrolisa yang terjadi di dalam reaktor. Meskipun volume air dalam reaktor tidak berkurang banyak (+/- 5 mL) setelah jarak tempuh 1.000 km, penggantian air harus tetap dilakukan untuk menjaga kualitas gas HHO yang dihasilkan oleh Generator HHO Hydrintanna V2.0.

 

 

INSTALLATION DIAGRAM

 

Diagram Instalasi HHO 2

Go to top