Beban biaya listrik terakumulasi dari penggunaan peralatan elektronik. Seluruh peralatan elektronik membutuhkan energi lebih besar untuk startup-nya, minimal 3x lipat dari energi yang dibutuhkan saat running atau standby, peralatan yang lebih besar membutuhkan start-up sampai dengan 8 – 12x lipat.

Power Stabilizer, sesuai namanya, menstabilkan penggunaan energi listrik yang dibutuhkan setiap peralatan elektronik saat starting dengan running-nya. Sebagai ilustrasi, misalkan sebuah alat elektronik tertera kebutuhan energi listriknya 60 watt, yang dimaksud adalah kebutuhan energi saat running, untuk startup-nya:  60 x 3 = 180 watt. Power Stabilizer meng-cover kebutuhan startup sehingga peralatan, baik saat startup maupun running,  hanya membutuhkan energi stabil di 60 watt.

Selain itu, secara umum pada penggunaan peralatan listrik tanpa kapasitor ada yang disebut Daya Semu, yaitu daya watt yang lebih besar dari daya watt yang tercantum pada label alat tersebut (daya berlebih), misalkan, sebuah mesin cuci tercantum 300 watt, dalam aplikasi daya yang digunakan bisa menjadi 450-500 watt.

Dampak dari penggunaan Power Stabilizer, atau dapat disebut juga sebagai Energy Saver karena cara kerjanya yang mengambil energi listrik dari Main Terminal secara konstan untuk kemudian disimpan sebagai deposit untuk meng-cover beban startup, adalah sebagai berikut:

  1. Penghematan beban biaya listrik, dikarenakan beban terbesar dari starting-up yang di-cover oleh Power Stabilizer, sampai dengan 40% tergantung jenis dan besar peralatan listrik yang digunakan;
  2. Stabilitas arus energi yang digunakan oleh seluruh peralatan listrik. Pada lampu, nyala menjadi lebih terang (peningkatan kemampuan)  dikarenakan stabilitas arus energi yang masuk untuk digunakan. Dalam ilustrasi berikut digambarkan pola arus per milidetiknya:

    --  --  --  --  --     à

    Ilustrasi pola arus listrik normal

    ---------------------    à

    Ilustrasi pola arus listrik dengan Power Stabilizer

    A B
  3. Dengan stabilitas arus listrik yang masuk dan digunakan oleh peralatan elektronik mengakibatkan ketahanan/lifetime atau umur peralatan menjadi lebih panjang;
  4. Manajemen pembagian aliran listrik ke peralatan elektronik lebih efisien;
  5. Mengurangi beban panas pada kabel listrik;
  6. Mengurangi prosentase kemungkinan korsleting listrik;

Selain itu, Power Stabilizer telah didesain agar instalasi lebih mudah dan tidak membutuhkan tenaga ahli, serta dilengkapi dengan Bagan Petunjuk Instalasi.

Power Stabilizer tidak membutuhkan maintenance khusus dan Balarhuna menyediakan garansi komponen selama 1 (satu) tahun.

Power Stabilizer sesungguhnya adalah sejenis kapasitor terpusat, yang dipasang setelah meteran listrik dengan mengambil listrik dari sentral (meteran) dan menyimpannya sebagai cadangan untuk penggunaan. Sesuai dengan Peraturan Menteri PU No.23/PRT/78 Tentang Peraturan Instalasi Listrik dan Syarat-syarat Penyambungan Listrik PLN, dimana diwajibkan memasang kapasitor/kondensor pada alat-alat elektronik dan lampu TL.

 

BAGAN INSTALASI

Diagram Instalasi PS

Go to top